SEJARAH DESA KLUNCING

  24 Maret 2017  |  DESA KLUNCING

Sejarah Desa

Dahulu kala konon di kabupaten Banyuwangi terdapat pemukiman kecil warga yang dihuni oleh para pelancong yang datang untuk membuka hutan untuk bercocok tanam. Daerah yang masih sebagian besar terdiri dari hutan lebat hujan tropis dengan berbagai macam jenis kayu-kayuan dibuka sedikit demi sedikit oleh para pelancong yang berasal dari suku madura dan suku osing untuk dibuka menjadi ladang dan sawah sebagai lahan bercocok tanam. Daerah yang berlokasi ± 25 kilometer arah barat dari Kota Banyuwangi tersebut memang dikelilingi oleh hutan lebat dan terdapat pada lereng pegunungan yang menjulang tinggi antara lain gunung Kukusan, gunung Ranti, gunung Raong dan gunung ijen.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun, jumlah pelancong yang datang semakin banyak yang datang untuk bermukim dan membuka hutan-hutan menjadi lahan pertanian sehingga pada akhirnya daerah tersebut ramai dihuni oleh para pelancong dan menjadikan daerah tersebut sebagai perkampungan penduduk dengan kondisi lahan yang subur dan hasil pertanian yang melimpah ruah. Oleh karena kesuburan daerah tersebut dan seiring datangnya kolonial penjajah Belanda, maka daerah itupun tidak luput menjadi sasaran penjajah untuk memperluas jajahannya dengan menggunakannya sebagai lahan bercocok tanam berbagai macam jenis tanaman seperti padi, jagung, palawija serta rempah-rempah. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya jalan makadam sebagai alur angkutan hasil-hasil pertanian dan bangunan bersejarah bekas penjajahan Belanda.

Menurut penuturan para sesepuh Desa Kluncing yang masih hidup, konon di daerah itu terdapat pohon yang sangat besar melebihi ukuran sepuluh kali pelukan tangan manusia normal. Pohon itu oleh penduduk disana diberi nama Pohon “ Kluncing ”. Nama Pohon itu pulalah yang konon menjadi cikal bakal nama daerah tersebut sehingga sebagian besar penduduk disekitar sana memberi nama daerah tersebut dengan nama “ Kluncing ”. Dengan julukan itu akhirnya tersohorlah nama “ Kluncing ” sebagai nama daerah tersebut sampai saat ini.

Pada awalnya Kluncing adalah sebuah Dusun bagian dari Pemerintahan Desa Segobang, Kecamatan Glagah dan pada Tahun 1969 di Desa Segobang terjadi pemekaran wilayah. Mengingat kondisi luasan dan jumlah warga yang bertempat tinggal di Kluncing sudah memenuhi syarat untuk berdirinya sebuah desa baru, maka pada tahun 1970-1971 saat itu Kluncing akhirnya resmi berpisah dari Desa Segobang dan menjadi desa baru yang diberi nama “ Desa Kluncing “.

Pada awal berdirinya Desa Kluncing sampai saat ini secara administratif Desa Kluncing terdiri dari 3 Dusun yang antara lain meliputi Dusun Krajan, Dusun Bedengan dan Dusun Pesucen.

Asal mula nama dusun bedengan diambil dari kondisi wilayah perbukitan yang menyerupai gundukan tanah yang dibedengan mau ditanami ubi jalar, lombok, dll. Dan dusun pesucen dikarenakan diwilayah ini dulu kala terdapat sumber air yang jernih untuk digunakan para penduduk untuk bersuci/wudlu maka selanjutnya wilayah ini akhirnya diberi nama Pesucen dan untuk nama Dusun Pesucen.

Sejarah Pemerintahan dan Pembangunan Desa

Sejak lepas dari Desa Segobang dan resmi mendapat julukan menjadi Desa Kluncing, maka sejak itupula di Desa Kluncing telah berganti-ganti pemimpin dengan hasil pembangunan yang setapak demi setapak dilalui.

Sebenarnya sejak jaman penjajahan Belanda, kemudian penjajahan Jepang sampai terbentuk Desa Segobang di Desa Kluncing telah dilaksanakan berbagai macam pembangunan baik yang bersifat fisik maupun fisik. Dari segi fisik hal ini bisa dibuktikan dengan dibukanya jalan-jalan tembus dan jembatan-jembatan untuk memperlancar sarana transportasi, sedangkan dari segi non fisik juga masih bisa dibuktikan dengan banyaknya sesepuh yang masih bisa berkata meski seucap dua ucap bahasa Jepang atau sering para sesepuh menyebutnya dengan julukan bahasa Nipon, dimana bahasa itu mereka peroleh waktu mereka bersekolah pada jaman penjajahan Jepang. Selain itu menurut penuturan kebanyakan para sesepuh yang mengatakan bahwa sebelum menjadi pecahan Desa Segobang di Desa Kluncing juga telah terdapat sekolah yang memberikan pelajaran baik yang bersifat umum maupun keagamaan meski hanya seadanya.

Baru sekitar tahun 1975 di Desa Kluncing mulai dirintis dan dibukanya jalan setapak menjadi jalan beraspal yang menghubungkan perbatasan Desa Licin, Desa Segobang dan Desa Kluncing. Masyarakat yang saat itu sangat mengharapkan adanya jalan aspal di Desa Kluncing saling bahu membahu bergotong royong menebang pohon dan melebarkan jalan setapak sehingga bisa dilewati oleh kendaraan bermotor.

Awal mula kehidupan penduduk Desa Kluncing sekitar pertengahan tahun 1970-an memang masih seperti penduduk pedalaman yang saling berlarian menjadikan tontonan ketika adanya kendaraan bermotor sepeda butut dan oplet tua milik “ Pak Osok ” begitu warga menyebutnya. Seperti lajimnya penduduk pedalaman, para penduduk saat itu saling berlarian apabila ada kendaraan bermotor yang lewat sambil menghirup asap kendaraan bermotor dan berteriak “ Hore… Hore… Hore…!!! ”. Seolah ada hal antik yang mereka kagum-kagumkan dengan adanya besi yang bisa berjalan sendiri.

Karena kelangkaan sarana transportasi itupula, maka penduduk Desa Kluncing saat itu jarang yang bisa meneruskan sekolah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Bahkan karena kondisi Dusun-dusun di Desa Kluncing yang saling berjauhan menyebabkan sering terjadinya kesenjangan sosial sehingga Dusun Bedengan dan Dusun Pesucen merasa dianak trikan daripada Dusun Krajan.

Selanjutnya kami paparkan daftar nama Kepala Desa Kluncing yang pernah menjabat setelah adanya pemekaran dari Desa Segobang, berikut program-program pembangunan yang pernah dilaksanakan selama menjabat menjadi Kepala Desa :

 

  1. Abdul Wahid

Menjabat menjadi Kepala Desa Kluncing pertama kali sejak Desa Kluncing resmi menjadi pecahan dari Desa Segobang sejak tahun 1971 sampai dengan tahun 1975. Saat kepemimpinan beliaulah Desa Kluncing mulai membangun embrio untuk bisa berkembang menjadi Pemerintahan seperti layaknya Pemerintahan Desa lain yang sudah ada sebelumnya.

 

  1. Sanapi

Menjabat menjadi Kepala Desa Kluncing sejak tahun 1975 sampai dengan 1990. Pada masa kepemimpinan beliau banyak program pembangunan yang dihasilkan. Dimulai sejak adanya rintisan pembangunan Kantor Balai Desa Kluncing, Pembukaan jalan aspal, pengadaan tanah kas desa, bangunan irigasi, bangunan sarana pendidikan berupa bangunan Sekolah-sekolah dasar, bangunan sarana kesehatan berupa Puskesmas pembantu, bangunan Koperasi Unit Desa, dan masih banyak lagi yang lainnya. Pada kepemimpinan beliau pembangunan sarana prasarana di Desa Kluncing berkembang sangat pesat. Jiwa sosial kemasyarakatannya yang tinggi membuat sebagian besar penduduk Desa Kluncing memberinya kepercayaan memimpin Desa Kluncing sampai dua kali periode masa jabatan.

 

  1. Machmudin

Beliau adalah Kepala Desa Kluncing berikutnya setelah masa dua periode masa kepemimpinan Kepala Desa “ SANAPI ” yang memimpin Desa Kluncing sejak tahun 1991 sampai dengan tahun 1999. Pada masa kepemimpinan beliau juga banyak program pembangunan yang bisa dirasakan oleh masyarakat Kluncing seperti rehab / perbaikan kantor Desa Kluncing, pembangunan Pembangkit Listrik tenaga Air sampai tersedianya jaringan Listrik dari Perusahaan Listrik Negara, bangunan berupa sarana irigasi dan air bersih serta masih banyak lagi yang lainnya.

 

  1. Muhammad Munir

Beliau adalah Penjabat Kepala Desa yang menjabat sementara pada waktu posisi perpindahan masa kepemimpinan setelah habisnya masa jabatan Kepala Desa Kluncing yang bernama “ MACHMUDIN “ dan menyongsong pemilihan kepala Desa Kluncing yang baru. Oleh karena masa jabatannya yang tidak terlalu hanya beberapa bulan, maka realisasi hasil pembangunan utamanya yang berupa sarana prasarana fisik juga tidak begitu banyak terlihat.

  1. Imam Suleman

Menjabat menjadi Kepala Desa sejak Tahun 1999 sampai Tahun 2007. Beliau memang bukan orang asli penduduk Desa Kluncing bahkan bukan pula penduduk asli Banyuwangi. Namun jiwa atas keinginannya berjuang atas nama bangsa dan negara serta diiringi oleh niatan tulus untuk berjuang di jalan agama, membuat hasil sukses perjuangannyapun banyak dirasakan oleh penduduk Kluncing. Dimulainya dengan adanya pemerataan pembangunan sarana prasarana fisik di berbagai wilayah Dusun di Desa Kluncing baik berupa sarana transoptasi maupun irigasi irigasi ataupun bahkan yang lainnya, adanya berbagai macam pelatihan yang melibatkan perangkat dan unsur organisasi kelembagaan tingkat desa, bahkan terwujudnya impian sebagian besar penduduk Desa Kluncing dengan adanya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Seruni dan adanya sarana pendidikan SLTP Negeri Terpadu di Desa Kluncing adalah tidak lepas juga termasuk karena adanya niat dan jerih payah beliau selama memimpin Desa Kluncing.

Pada masa kepemimpinan beliau pula, proses pembelajaran demokrasi dengan mengutamakan musyawarah mufakat setiap adanya kegiatan kemasyarakatan serta proses transparansi dana bantuan dari Pemerintah kepada khalayak masyarakat mulai dibangun.

Pembangunan jalan aspal ke Dusun Bedengan, Pembangunan Jembatan di Dusun Pesucen, Pembangunan Plengsengan jalan Dusun Krajan dan Pembangunan sarana olahraga di Dusun Krajan adalah bagian dari hasil jerih payah beliau dalam mewujudkan program pembangunan di Desa Kluncing.

 

  1. Machmudin

Menjabat Kepala Desa sejak berakhirnya masa jabatan Kepala Desa “ Imam Soleman “ beliau pernah menjabat Kepala Desa berakhir pada tahun 1999 kini terpilih kembali setelah dua kali berturut-turut ikut pemilihan kepala desa, beliau berantusias ingin memajukan pembangunan di Desa Kluncing memajukan pembangunan di segala bidang mulai pembangunan fisik maupun non fisik, keberhasilannya mulai nampak setelah setahun berjalan, Pembangunan fisik sudah mulai merata di semua dusun, di antaranya Pembangunan jalan lingkar dusun Bedengan pengerasan jalan dusun krajan “segawe” Pembangunan jalan tembus antar desa dusun pesucen ke desa Banjar, jalan tembus Dusun Krajan ke Desa Pakel (jalan telport) di bidang pendidikan salah satunya terpemuhinya sarana belajar mengajar yang layak pembangunan gedung PAUD “SERUNI” Dusun Krajan, dan yang baru-baru ini terealisasi juga pengajuan listri tenaga surya bagi masyarakat terpencil yang jauh dari jangkauan PLN, masih banyak lagi kemajuan pembangunan fisik lainnya. Masa jabatan beliau telah berakhir tanggal 25 September 2013 yang lalu.

 

  1. Hj. Nasiah

Menjabat Kepala Desa sejak berakhirnya masa jabatan Kepala Desa “ Machmudin” beliau berantusias ingin menjadi Kepala Desa Kluncing sehingga dengan usahanya meyakinkan pada masyarakat dalam pencalonan Kepala Desa akhirnya terpilih menjadi Kepala Desa Kluncing, karena beliau ingin memajukan Desa Kluncing di segala bidang mulai pembangunan fisik dan pembangunan non fisik, sekitar 5 bulan berjalan sudah mulai terlihat keberhasilan/perubahan utamanya penataan kantor desa Kluncing, program pertama melakukan perbaikan fasilitas kantor guna melancarkan pelayanan terhadap masyarakat, di tahun-tahun berikutnya beliau mengajukan drainase dusun pesucen alhamdulillah terealisasi mengajukan jalan aspal dusun krajan segawe pun terealisasi, pembangunan pevingisasi pada jalan gang-gang, Pavingisasi jalan poros dusun Pesucen dan yang lebih penting lagi mengajukan pembangunan dam dan saluran irigasi guna meningkatkan ekonomi masyarakat petani semuanya berjalan lancar, yang baru-baru ini terealisasi adalah pengajuan lampu penerangan jalan sepanjang dusun krajan karena guna meminimalisir kecelakaan dan juga menambah keindahan lingkungan dusun krajan pada malam hari, keberhasilan beliau dalam upaya membangunan Desa Kluncing sangat nampak sekali.

 

Kami tentu sangat berharap siapapun yang akan menjadi pemimpin di Desa Kluncing nantinya harus orang-orang yang benar-benar bertanggungjawab untuk bisa menjalankan semua program pembangunan yang masih banyak dibutuhkan oleh sebagian masyarakat pada umumnya dan penduduk Desa Kluncing pada khususnya.

Contact Details

  Alamat :   Dusun Krajan RT 2 RW 3 Desa Kluncing Kecamatan Licin Kabupaten Banyuwangi
  Email : desakluncing@gmail.com
  Telp. : 081 232 281 096
  Instagram : desakluncing/
  Facebook : desakluncing.kecamatanlicin.5
  Twitter : desakluncing@banyuwangikab.go.id


© 2019,   Web Desa Kabupaten Banyuwangi